Selasa, 30 Mei 2023

Apa Sih Benang Katun Itu?

Pernah dengar istilah benang katun? Sederhananya, benang katun merupakan produk benang yang dibuat dari serat katun, serat terpopuler di industri tekstil. Kenapa bisa populer? Karena benang katun adalah salah satu produk tekstil paling tua di dunia. Sejak 6.000 tahun yang lalu, benang yang berasal dari buah tanaman kapas ini sudah akrab dengan kehidupan masyarakat. 

Pertama kali berkembang di Pakistan, pemakaian benang katun kemudian masuk ke Eropa dan akhirnya meluas ke seluruh dunia karena karakteristiknya yang lembut, halus, dan cocok di segala cuaca. Dengan kata lain, pakaian berbahan benang katun menghangatkan di cuaca dingin, sekaligus menyerap keringat di cuaca panas. Benang katun dengan warna off-white atau putih gadingnya pun kerap digandrungi. Hal ini karena warna putih mudah melewati proses bleach sehingga menghasilkan ragam warna sesuai pilihan. 

Namun, setiap kelebihan tentu ada kekurangan, tak terkecuali sifat benang katun ini. Benang katun memang menghasilkan produk kain kuat, tapi jika kamu sering melihat tanda bertuliskan 100% cotton di pakaianmu, maka seringnya busana tersebut akan mudah kusut. Beberapa campuran benang katun dengan bahan lain pun membuat hasil produk berkarakteristik menerawang, atau mudah luntur karena proses pewarnaan tak sempurna. Lalu bagaimana solusinya? Kamu bisa memilih pakaian berbahan benang katun yang bercampur dengan material tertentu atau blended, misalnya kain poplin. Kain ini masih terbuat dari benang katun, tapi memiliki bahan tambahan sintetis seperti poliester sehingga dapat menghindarkan pakaianmu dari gangguan kusut. 

Karena sudah berkembang selama bertahun-tahun, tentu ada cara merawat pakaian berbenang katun agar awet. Kamu bisa mengatur suhu air saat mencucinya. Air dingin tentu lebih baik untuk mencuci kain berbahan benang katun ketimbang air panas, supaya tidak mudah menyusut. Saat menyetrika, lebih baik menggunakan suhu hangat agar tidak meninggalkan bekas kuning maupun berlubang. Tak lupa, pisahkan warna kain saat mencuci, terutama kain berbahan cotton yarn yang mudah luntur, agar tidak melunturi pakaian lainnya.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Senin, 29 Mei 2023

Bagaimana Proses Benang Dipintal?

Benang memang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari pakaian, barang rumah tangga, hingga kerajinan tangan telah melibatkan benang sebagai bahan utamanya. Namun, bagaimana cara benang dibuat atau lebih tepatnya dipintal? Berasal dari serat-serat alami maupun buatan yang diuntai memanjang, benang melewati dua prosedur utama hingga menjadikannya produk siap pakai. 

Sebelum membahas prosedurnya, ada dua jenis serat yang dikenal melalui sifatnya, yaitu stapel dan filamen. Stapel atau serat-serat pendek akan melewati proses pemintalan dengan cara mekanik, sedangkan filamen atau serat-serat panjang akan melalui proses pemintalan dengan bahan kimia. Dua jenis serat tersebut akhirnya membagi proses pemintalan benang menjadi beberapa bagian.

Pemintalan benang stapel umumnya memiliki tiga cara, yaitu ring spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning. 

Ring Spinning

Dibanding dengan cara lainnya, ring spinning adalah metode pemintalan tertua. Prosesnya bermula dari sumbu serat yang disusun, kemudian dipelintir untuk menjadikannya lebih kuat, dan akhirnya menjadi benang dengan melilitkannya pada bobbin atau gelendong. Proses produksi ring spinning memang tergolong paling lambat, tapi menghasilkan benang terbaik dan kuat.

Open End Rotor Spinning 

Dipakai di tahun 1970an dan awal 1980an, metode ini memintal sumbu-sumbu serat menggunakan rotor atau alat pemutar dan diikuti dengan sistem penarikan yang membuat benangnya false-twisted. Meskipun hasil open end friction spinning adalah benang lemah, prosesnya lebih cepat dibandingkan dengan ring spinning.

Air Jet Spinning

Hampir sama dengan open end rotor spinning, jenis pemintalan ini menghasilkan benang lemah, tapi produksinya dapat 20 kali lebih cepat dari ring spinning. Metode air jet spinning menyusun serat-serat benang dan memasukkannya ke dalam pusaran air jet berkecepatan tinggi sehingga menghasilkan benang false-twisted.

Benang dengan serat filamen yang dipintal dengan bahan kimia juga memiliki tiga metode, di antaranya wet spinning, dry spinning, dan melt spinning.

Wet Spinning

Proses ini menyemprotkan larutan polimer pada larutan yang berfungsi untuk memadatkannya. Metode ini memproduksi benang dalam jumlah kecil dan menghasilkan bahan kain seperti viscose rayon dan spandeks. 

Dry Spinning

Pada metode dry spinning, polimer dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap, dan nantinya akan menguap saat diekstraksi. Produksi benang filamen ini tergolong cepat dan menghasilkan bahan kain seperti asetat dan akrilik. 

Melt Spinning

Cairan polimer yang dipanaskan sampai jadi lelehan diuapkan dengan tingkat tekanan dan kecepatan tetap. Nantinya lelehan polimer akan memadat saat proses pendinginan. Dibanding dua proses sebelumnya, melt spinning punya jangka waktu produksi tercepat dengan proses nihin kontaminasi dan hasil bahan kainnya meliputi nilon dan poliester.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Jumat, 26 Mei 2023

Apa Saja Jenis Serat/Fiber Bahan Benang?

Penasaran nggak sih kenapa ada pakaian adem dan lembut, tapi ada juga yang mudah kusut dan nggak menyerap keringat? Kira-kira kenapa, ya? 

Perbedaan karakteristik pakaian yang kita temui ini merupakan hasil dari variasi bahan kain. Dalam proses pembuatannya, bahan kain, yaitu benang, terbentuk dari serat-serat berbeda. Jika kamu pernah dengar bahan kain populer seperti katun, rayon, maupun spandeks, mereka itu adalah jenis serat penghasil benang. Lalu, apa sih yang membedakan bahan-bahan ini? Di industri tekstil, klasifikasi serat bahan benang terbagi menjadi tiga bagian utama, serat alam yang terdiri dari hewan dan tumbuhan, serat semi sintetis, dan serat sintetis. Yuk, kita ulas satu persatu! 

Serat Alam (Hewan dan Tumbuhan)

Didapat dari makhluk hidup, bahan benang berserat hewan mengambil sumber dari proteinnya, sedangkan serat tumbuhan dari selulosa. Nah, untuk bahan dengan serat hewan, wol merupakan bahan populer yang paling sering ditemui. Bersumber dari bulu hewan caprinae seperti domba, benang wol memiliki sifat elastis dan tidak mudah kusut, dengan rongga kain yang dapat melindungi kulit dari sinar UV. Tetapi karena kain yang dihasilkan cenderung berat, benang wol tidak terlalu cocok nih dengan iklim tropis. Di sisi lain, katun menjadi salah satu bahan benang populer dari kelompok serat tumbuhan karena karakteristiknya yang mudah menyerap dan fleksibel dijadikan produk pakaian apapun. 

Serat Semi Sintetis

Serat semi sintetis atau hasil regenerasi selulosa adalah bahan-bahan alam yang menjalani proses transformasi kimia intensif. Salah satu hasil dari proses ini adalah benang rayon. Laiknya serat katun, rayon memiliki daya serap tinggi dan jadi pilihan untuk pembuatan kaos maupun kemeja. 

Serat Sintetis

Berbeda dari serat semi sintetis yang masih menggunakan serat alam dalam proses pembuatannya, serat sintetis tidak menggunakan bahan alam sama sekali. Kelebihan istimewanya terletak pada kemudahan serat ini untuk dimodifikasi sesuai permintaan. Selain itu, karakteristik utama serat sintetis terletak pada keelastisitasan kainnya, seperti spandeks. Dengan karakteristik kuat, mengikuti bentuk tubuh, dan warna yang tak mudah pudar, spandeks juga menjadi bahan pilihan dalam pembuatan pakaian.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Kamis, 25 Mei 2023

Apa Itu Open End Yarn dan Ring Spun Yarn?

Benang atau yarn berasal dari serat-serat yang dipintal. Dalam proses pemintalan tersebut, berbagai mesin digunakan untuk memberi karakteristik berbeda-beda terhadap benang, tak terkecuali tipe open end dan ring spun. Secara sekilas, dua jenis benang ini terlihat seragam, bahkan keduanya berasal dari serat yang sama yaitu kapas. Tetapi, proses pembuatannya ternyata dapat memengaruhi kualitas sebuah kain sampai pakaian. Apa saja bedanya? Yuk, kita bahas satu persatu. 

Open End Yarn

Open end yarn diproduksi dari serat kapas pendek yang terlebih dahulu diuraikan, lalu diumpankan pada mesin rotor atau pemutar dengan gaya aerodinamik berkecepatan tinggi, dan ditarik keluarannya secara berkelanjutan dari mesin tersebut. Proses pembuatan benang open end dinilai sangat ekonomis, dan pemutaran berkecepatan tinggi membuatnya memiliki struktur lebih keras. Selain kapas, poliester juga kerap menjadi serat dari olahan open end yarn. 

Ring Spun Yarn

Ring Spun Yarn merupakan benang yang berasal dari serat panjang, baik kapas, rayon, maupun poliester. Dalam proses pembuatannya, tipe benang ini diklasifikasikan menjadi combed dan carded. Jika open end yarn memanfaatkan mesin rotor berkecepatan tinggi, benang ring spun didapat dari proses penyisiran dalam mesin yang memisahkan serat-serat pendek. Meskipun produksinya tak secepat benang open end, ring spun yarn memiliki hasil benang kuat dan halus. 

Karena mesin dan proses pembuatannya sudah berbeda, open end yarn dan ring spun yarn punya karakteristik tersendiri yang dapat digolongkan dari sisi kekuatan, sifat, dan struktur.

Benang open end cenderung lemah dan mudah terbuka ketimbang benang ring spun, hal itu karena tingkat kesejajaran dan struktur twist-nya yang rendah. Meskipun lemah, benang open end memiliki daya serap tinggi dan membuatnya sanggup menciptakan warna-warna cerah pada kain. Sementara, benang ring spun lebih unggul dari open end di segi struktur datarnya dan kehalusan, sehingga cocok digunakan dalam pembuatan alat tidur yang menomor satukan kenyamanan.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Rabu, 24 Mei 2023

Mengapa Harus Pilih Kain Berbahan Katun?

Setipis gorden dan setebal selimut perca, kain mengambil peranan penting dalam kehidupan rumah tangga, dengan ragam bentuknya sejak 6000 tahun yang lalu. Selama ribuan tahun, pemintalan benang ke kain telah bervariasi seiring berkembangnya pengetahuan manusia. Pemanfaatan bahan yang awalnya berasal dari serat alam seperti tumbuhan dan hewan kemudian berlanjut pada serat sintetis hingga semi sintetis. Pada akhirnya, serat-serat tersebut menghasilkan jenis-jenis kain dengan fungsi dan kualitas berbeda, tak terkecuali kain berbahan katun.

Muncul sebagai salah satu bahan baku kain tertua di dunia, katun masuk dalam jajaran hasil serat alam, yaitu serat selulosa dari tanaman kapas. Dalam persebarannya di Eropa, kain berbahan katun punya angka penggemar tinggi, ditambah dengan fakta harganya yang sangat ekonomis karena ditemukannya mesin tenun pada peristiwa Revolusi Industri. Jika kilas balik ditarik lagi ke belakang, pasukan perang Aleksander Agung–saat invasi ke India–bahkan mengganti pakaian mereka dari wol ke katun karena dinilai lebih nyaman. Lantas, apa yang membuat kain berbahan katun begitu nyaman dan populer? Mengapa kita perlu memilih bahan katun? Berikut jawabannya.

Acap kali dianalogikan seperti handuk, kain berbahan katun sangat mudah menyerap keringat dan berbagai cairan lain. Katun memiliki pori-pori yang memudahkan jalannya sirkulasi udara, sehingga menjaga kulit dari kelembaban tak diinginkan. Di tengah musim panas yang menyengat, katun memiliki kemampuan menghambat suhu panas. Kemampuan ini dapat melindungi tubuh dari suhu panas matahari serta menjaganya tetap nyaman. Seseorang dengan alergi pun tak perlu ragu menggunakan kain berbahan katun karena kualitas hypoallergenic-nya yang menghindarkan tubuh dari iritasi.

Kain berbahan katun punya banyak kelebihan, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaganya tetap awet. Salah satu kekurangan kain berbahan katun yang jadi momok adalah betapa mudahnya mereka menjadi kusut. Mengapa demikian? Suhu serat katun punya batas temperatur transisi yang jika suhu sekitar melebihi batasnya, akan memunculkan lipatan yang sulit kembali ke bentuk semula. Terkadang, saat beraktivitas tubuh pun menghasilkan panas dari keringat yang dapat melebihi batas temperatur transisi tersebut, sehingga menyebabkan pakaian kusut. Nah, kekurangan ini bisa diatasi dengan menyetrika kain sebelum digunakan, atau menjaga suhu sekitar tetap sejuk saat memakai kain berbahan katun.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Selasa, 23 Mei 2023

Mengapa Harus Pilih Kain Berbahan Rayon?

Percaya nggak kalau di Perang Dunia I, rayon merupakan kain alternatif sutra? Layaknya kini, sutra menjadi kain yang melambangkan harta dan status. Representasi tersebut membuat orang-orang dari berbagai kalangan saat itu ingin memakainya sebagai busana. Sayangnya, tidak semua dapat membeli sutra asli pada masa itu. Mereka yang tak dapat membeli kain sutra berpindah ke rayon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun bergaya. Namun, karena dianggap terlalu berkilau dan kasar, beberapa oknum menganggap rayon lebih inferior ketimbang sutra. Nyatanya hal tersebut tidak berbanding lurus dengan munculnya lonjakan signifikan yang berangsur-angsur dalam pemakaian rayon, hingga rayon kini menjadi salah satu bahan kain paling dicari selain katun.

Rayon yang pertama kali diciptakan sekitar tahun 1890-an telah menjadi serat semi sintetis pertama di dunia. Dikatakan demikian karena rayon merupakan hasil pertama dari penemuan proses serat selulosa yang diregenerasi. Rayon pun punya nama alternatif katun sintetis, karena memiliki beberapa karakteristik katun dan pemrosesannya yang melibatkan bahan kimia. Kemudian jika karakteristiknya saja banyak kesamaan, apa yang jadi pembeda jelas antara rayon dan katun? Apa yang membuat kita musti memilih kain berbahan rayon?

Ada penggolongan yang membuat katun dan rayon berbeda. Rayon dinilai punya penyerapan lebih baik dibanding katun. Terlepas dari itu semua, rayon merupakan kain yang halus dan lembut. Dua kualitas ini tercipta karena dalam proses pembuatannya, serat selulosa diproses oleh bahan kimia untuk mengubah strukturnya menjadi filamen (serat-serat) panjang. Benang-benang yang dibuat dari filamen panjang akhirnya menciptakan tekstur lembut dari rayon tersebut. Selain itu, kualitasnya yang sangat mudah menyerap warna pun membuat kain berbahan rayon terlihat cantik dengan warna bervariasi, sehingga acap kali dikenakan dalam industri fashion. Tak ketinggalan, rayon pun sangat mudah menyerap kelembaban. Jadi tak perlu takut berkeringat banyak jika kamu pakai rayon untuk aktivitasmu.

Dalam merawat kain berbahan rayon, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya rayon bisa tahan lama. Selama ini, kekurangan yang sering ditemui pada rayon adalah mudah luntur. Oleh sebab itu, ada beberapa cara untuk mecegahnya. Langkah pertama, cucilah rayon menggunakan tangan dan tak perlu membersihkannya dengan sikat. Kedua, kamu bisa menghindari kontak bahan kimia pada rayon seperti parfum, produk perawatan rambut, juga sinar matahari secara langsung.

Dari karakteristiknya yang versatile, rayon banyak dikembangkan substansinya untuk memenuhi kebutuhan industri yang beragam. Hasilnya muncullah turunan lain seperti katun rayon, rayon poliester, rayon spandeks, rayon jersey dan masih banyak lagi untuk kebutuhan berbeda. Nah, itulah alasan mengapa kita harus memilih kain berbahan rayon. Jangan lupa, nantikan ulasan-ulasan lebih lanjut di website kami dan jangan lupa mampir ke our products untuk pemesanan viscose (rayon) terbaik!

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Senin, 22 Mei 2023

Apa yang Bisa Kamu Buat dari Greige Berbahan Katun?

Beberapa bahan kain memang terkenal punya fungsi khusus, salah satunya spandeks yang biasa digunakan untuk pembuatan baju renang. Namun di samping itu, tahu nggak jika ada kain yang dapat dibuat jadi bahan baku sandang apapun, dan bisa menyesuaikan kebutuhan kita? Nah, itulah kain greige. Karakteristiknya yang serba bisa dipengaruhi oleh sifatnya yang umum, dan umum di sini terdiri dari warna kain dan bahan atau serat pembuat kain greige sendiri.

Sering disalah artikan sebagai tipe warna perpaduan grey dan beige, greige sebetulnya merupakan kain mentah atau kain yang belum melalui proses pencelupan warna, percetakan, dan finishing. Karena tak melewati proses pewarnaan dan pemutihan, greige punya bawaan warna yang pucat, abu-abu, dan cenderung off-white. Warna inilah yang di kemudian hari jadi ciri khas kain greige. Tapi apakah hanya dari segi warna saja greige istimewa? Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, tentu ada banyak yang bisa ditawarkan kain greige, salah satunya menjadi kain yang serba bisa.

Penggolongan greige sebagai kain mentah ternyata juga tidak berkonotasi negatif. Justru karena mentah, greige banyak dibutuhkan di industri tekstil, untuk nantinya dibuat menjadi produk jadi atau finished fabric yang selanjutnya disiapkan untuk bermacam bahan sandang. Lonjakan permintaan dari industri tekstil maupun industri terkait karena harga yang terjangkau pun membuat greige selalu laris di pasaran. Karena tingginya permintaan itu pula greige akhirnya dibuat dari berbagai bahan, salah satunya katun.

Sifat katun yang fleksibel, kuat, dan mudah menyerap sangat menguntungkan di dunia rumah tangga. Makanya, industri rumah tangga kerap kali memakai greige katun untuk menjadi bahan baku sprei, gorden, celemek, hingga taplak meja. Greige juga merambah ke industri fashion. Penerapannya sering dijumpai dalam pembuatan kaus, blazer, jaket, dan atasan lainnya. Dengan kualitas penyekatan suhu, greige berbahan katun dapat digunakan di segala musim. Kualitasnya yang mudah menyerap dan hypoallergenic juga sangat cocok dibuat menjadi bahan pakaian.

Buat kamu yang masih bingung mengenai jenis bahan kain untuk kamu yang sedang menjalanin bisnis di dunia fashion, atau kamu baru ingin memulai bisnis di dunia fashion. Kamu bisa langsung hubungi Customer Service Asmaja Textile, selain fast respon Customer Service Asmaja Textile juga siap memberikan solusi terbaik dan akan selalu menjadi supplier kesayangan kamu.

Apa Sih Benang Katun Itu?

Pernah dengar istilah benang katun? Sederhananya, benang katun merupakan produk benang yang dibuat dari serat katun, serat terpopuler di ind...